Bukanlah sebuah pilihan yg baik untuk memilih sakit hati, meskipun rasa sakit itu begitu saja datang tanpa diundang. Hal ini terjadi bisa saja karena perasaan-perasaan dari masa lalu atau kejadian yang baru saja kita alami.
Ini akan menjadi sebuah kesalahan jika kita tetap memilihnya untuk tinggal, dengan alasan balas dendam, orang yg menyakiti harus merasakan sakit yang sama atau lebih. Atau dengan geram mengatakan orang itu harus mendapatkan balasannya.
Siapa kita berhak mengatakan semua itu ? Andai kita boleh berhenti sejenak, sekedar bertanya :
Apa kita selalu luput dari kesalahan ?
Apa kita sempurna dan tidak pernah berkata dan berperilaku salah ?
Apa kita malaikat ? atau manusia super yg bisa mengendalikan setiap orang atau setiap keadaan.
Apa kita sekuat itu membalaskan semua rasa sakit kepada orang lain ?
Berhenti, lalu heninglah hai hati yang rapuh,
kekuatanmu bukan bagaimana engkau mendongakkan kepala, menghardik sesamamu lalu dengan sombong mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan.Tapi kekuatanmu penuh ketika kau berhasil menundukkan kepala, dengan kerendahan hati mengakui kelemahanmu, kerapuhanmu, begitu juga keterbatasan sesamamu. Lalu perlahan menyerahkan hidupmu pada Dia yang memiliki segala-galanya.
Maafkan, maafkan dirimu... cintai dirimu, karena kamu berhak mendapatkan kebebasan dalam cinta yang damai. Maria
Tidak ada komentar:
Posting Komentar